Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Desainer Starfield Ucap bahwa Gamer Tidak Mengerti Rumitnya Produksi Game

Starfield, salah satu rilis utama tahun ini, mendapat kritik dari banyak gamer yang merasa game ini tidak sesuai dengan ekspektasi. Kualitas teknisnya terkesan ketinggalan dan kontennya dianggap kurang memukau.

Permasalahan utama dianggap terletak pada mesin yang digunakan, yakni Creation Engine 2, modifikasi dari mesin yang sudah digunakan sejak The Elder Scrolls V dan Fallout 4. Mesin ini dianggap sudah usang secara teknis jika dibandingkan dengan mesin-mesin modern.

Desainer Starfield Ucap bahwa Gamer Tidak Mengerti Rumitnya Produksi Game
Game Desainer Starfield Ucap bahwa Gamer Tidak Mengerti Rumitnya Produksi Game
Emil Pagliarulo, desainer utama game ini, menyikapi kritik ini melalui cuitan panjang di Twitter. Dia menegaskan bahwa gamer seringkali tak paham betul kompleksitas produksi game sebesar Starfield.

Dalam penjelasannya, Emil mengungkapkan bahwa proses pembuatan game tidaklah mudah seperti yang banyak gamer bayangkan. Banyak ide dan target yang diinginkan studio tidak selalu terwujud karena berbagai kendala teknis, keputusan manajemen, jadwal, dan keterbatasan lainnya.

Emil tidak hendak menyangkal kritik yang diterima, terutama terkait Starfield. Namun, dia berharap agar gamer tidak hanya mengkritik tanpa memahami proses di balik layar pembuatan game hingga dirilis.

Sementara itu, seorang modder bernama Robbe Bryssinck membatalkan pengembangan mod multiplayer serupa untuk Starfield. Keputusan ini diambil setelah ia merasa game ini kurang menarik dan kehilangan motivasi untuk melanjutkan proyek modnya.

Eksplorasi yang dianggap tak bermakna dan repetitif karena planet yang dihasilkan secara prosedural membuatnya merasa Starfield tidak sebaik Skyrim, terutama dalam hal gameplay eksplorasi. Meskipun dunianya lebih luas, tingkat kesenangan bermainnya tidak sebanding.