Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Twitch Streamer Nickmercs Tanggapi Tuduhan Cheat di ARC Raiders

Nick Kolcheff, atau yang lebih dikenal dengan Nickmercs, baru-baru ini menjadi sorotan komunitas game setelah muncul tuduhan bahwa dirinya melakukan kecurangan (cheat) di game ARC Raiders. Tuduhan tersebut muncul usai sebuah klip singkat dari siaran langsung Nickmercs viral di media sosial, khususnya Reddit, dan memicu perdebatan sengit di kalangan pemain. Dalam klip tersebut, bidikan Nick terlihat sangat “lengket” saat melawan musuh jenis Hornet, sehingga sebagian penonton menduga adanya penggunaan aimbot.

Sebagai mantan pemain profesional Call of Duty dan kini streamer besar di Twitch serta YouTube, Nickmercs akhirnya angkat bicara. Ia dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan menjelaskan bahwa apa yang terlihat di klip viral itu hanyalah efek dari aim assist yang terlalu kuat di ARC Raiders, khususnya ketika menggunakan controller di PC.

Sosok Nickmercs: Dari Esports ke Content Creator

Twitch Streamer Nickmercs Tanggapi Tuduhan Cheat di ARC Raiders
Bagi penggemar dunia game, nama Nickmercs tentu sudah tidak asing lagi. Pria berusia 35 tahun ini memulai kariernya sebagai pemain profesional Call of Duty, terutama dikenal pada era Call of Duty: Modern Warfare 2. Kemampuannya di skena kompetitif membuat namanya cepat melambung, hingga akhirnya ia bergabung dengan FaZe Clan pada tahun 2019.

Bergabungnya Nickmercs dengan FaZe Clan menjadi titik balik besar dalam kariernya. Popularitasnya meningkat pesat, bukan hanya sebagai atlet esports, tetapi juga sebagai entertainer. Setelah beberapa tahun, Nickmemutuskan berpisah dengan FaZe dan berfokus penuh pada dunia content creation. Saat ini, ia rutin melakukan streaming di Twitch dan mengunggah konten di YouTube, dengan game seperti Battlefield, Call of Duty, dan ARC Raiders sebagai menu utama.

Tuduhan Cheat di ARC Raiders Mulai Muncul

Kontroversi bermula ketika sebuah klip Nickmercs yang sedang melawan ARC Hornet diunggah ke subreddit ARC Raiders. Dalam klip tersebut, bidikannya terlihat sangat presisi dan seolah “menempel” pada target. Pengunggah klip bahkan bertanya, “Bagaimana caranya supaya aim bisa nempel seperti ini?”

Meskipun tidak secara eksplisit menuduh Nickmercs curang, unggahan tersebut langsung dibanjiri ribuan upvote dan komentar. Banyak pengguna menyatakan kecurigaan mereka. Beberapa komentar yang muncul antara lain:

  • “Aim assist saya tidak pernah seperti ini.”

  • “Itu jelas cheater, aim assist saya tidak bekerja sejauh itu.”

Dari sinilah spekulasi tentang aimbot dan kecurangan mulai menyebar luas di komunitas.

Nickmercs Membantah: “Bukan Cheat, Tapi Aim Assist”

Nickmercs akhirnya merespons tuduhan tersebut dalam salah satu siaran langsungnya. Ia dengan tegas membantah semua klaim kecurangan.

“Tidak. Bukan cheating. Maaf. Saya tidak menghabiskan 20 tahun bermain secara kompetitif hanya untuk menunjukkan bahwa saya curang melawan robot ARC,” ujar Nickmercs dalam livestream-nya.

Ia menjelaskan bahwa dirinya adalah salah satu dari sedikit content creator yang bermain di PC menggunakan controller, bukan mouse dan keyboard. Menurutnya, kombinasi ini membuat aim assist di ARC Raiders terasa jauh lebih kuat dibandingkan versi konsol.

Nick juga berspekulasi bahwa, secara tidak biasa, aim assist di PC justru lebih agresif daripada di konsol. Padahal secara historis, aim assist biasanya lebih kuat di konsol. Hal inilah yang membuat bidikannya terlihat tidak wajar di mata sebagian penonton.

Cara Kerja Aim Assist pada Musuh Hornet

Beberapa pemain lain kemudian ikut membela Nickmercs dengan menjelaskan mekanisme aim assist di ARC Raiders. Dengan pengaturan tertentu, controller memang bisa secara otomatis mengunci tubuh Hornet.

Namun, untuk mengalahkan Hornet dengan efektif, pemain harus menargetkan dua rotor di bagian belakang, bukan badan utama. Inilah yang menyebabkan gerakan bidikan Nick terlihat seperti “snap lalu lepas, kemudian snap lagi”. Ia berusaha memaksa aim assist berpindah dari badan ke bagian rotor yang lebih lemah.

Bagi pemain berpengalaman, perilaku ini justru menunjukkan pemahaman mekanik game, bukan kecurangan.

Isu Cheat Jadi Perhatian Serius Komunitas ARC Raiders

Terlepas dari kasus Nickmercs, isu cheat memang sedang menjadi topik panas di komunitas ARC Raiders. Popularitas game yang melonjak tajam membuat banyak cheater mulai berdatangan, terutama di mode PvP.

Developer Embark Studios telah merespons kekhawatiran ini dengan menyatakan bahwa mereka sedang:

  • Memperbarui aturan permainan,

  • Menerapkan sistem deteksi baru,

  • Memberikan sanksi kepada akun yang terbukti curang.

Sejumlah cheater dilaporkan telah menerima ban sementara, meskipun sebagian komunitas menilai hukuman tersebut terlalu ringan dan menuntut ban permanen.

Update Terbaru ARC Raiders Versi 1.11.0

Selain isu cheat, Embark Studios juga merilis update besar pertama di tahun 2026 pada 13 Januari untuk PlayStation 5, Xbox Series X/S, dan PC. Patch versi 1.11.0 ini membawa perubahan penting, terutama pada item kontroversial Trigger Nade.

Perubahan utama meliputi:

  • Pengurangan damage pada area luar ledakan (damage falloff),

  • Fokus damage lebih besar di pusat ledakan,

  • Waktu jeda ledakan ditingkatkan dari 0,7 detik menjadi 1,5 detik.

Nerf ini dilakukan setelah Trigger Nade mendominasi pertarungan PvP selama berminggu-minggu dan menuai banyak kritik dari pemain.

Kasus Nickmercs menunjukkan bagaimana persepsi cheat bisa dengan mudah muncul di era streaming dan media sosial. Klip singkat tanpa konteks sering kali memicu kesimpulan prematur. Dalam kasus ini, banyak indikasi bahwa yang terjadi bukanlah kecurangan, melainkan mekanisme aim assist ARC Raiders yang belum seimbang.

Dengan komitmen Embark Studios untuk terus memperbaiki sistem anti-cheat dan balancing game, diharapkan kontroversi serupa dapat diminimalkan di masa depan.